Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Jangan Jadikan Hewan Sasaran

Jangan Jadikan Hewan Sasaran
Bagikan Artikel

Suatu hari, Abdullah bin Umar sedang berjalan melewati tanah lapang di luar kota Madinah. Udara pagi terasa sejuk. Burung-burung beterbangan di langit dengan bebas.

Di tanah lapang itu, ia melihat sekelompok anak muda sedang bermain dengan seekor burung. Mereka mengikat burung itu dan menjadikannya sasaran mainan. Burung itu tidak bisa terbang bebas. Ia ketakutan.

Pria dari belakang berjalan di tanah lapang dengan burung beterbangan
Ibnu Umar berjalan melewati tanah lapang di luar kota.

Ibnu Umar segera menghampiri mereka dengan langkah tenang. Ia tidak berteriak dan tidak memarahi dengan kasar. Ia melepaskan ikatan burung itu, lalu burung itu terbang bebas ke angkasa dengan riang.

Setelah itu, Ibnu Umar menasihati anak-anak muda itu dengan tegas tetapi lembut. Ia menyampaikan pesan Nabi, bahwa Nabi melarang menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran. Hewan tidak boleh disiksa hanya untuk permainan.

Pria melepaskan burung dengan lembut di tanah lapang
Ibnu Umar melepaskan burung itu hingga terbang bebas.

Anak-anak itu terdiam. Mereka sadar bahwa perbuatan mereka salah. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sejak hari itu, mereka belajar menyayangi hewan, bukan menyakitinya.

Burung yang terbang bebas itu menjadi pengingat bagi mereka. Hewan juga makhluk Allah yang berhak hidup tenang, tanpa diikat dan tanpa dijadikan sasaran mainan.

Burung terbang bebas di langit pagi disaksikan anak-anak
Burung itu terbang bebas, dan anak-anak belajar menyayangi hewan.

Kisah burung yang dilepaskan itu pun diceritakan kepada anak-anak di kota Madinah. Mereka belajar bahwa bermain tidak boleh menyakiti makhluk lain, dan kegembiraan yang sejati tidak pernah dibangun di atas penderitaan hewan yang lemah.

Sejak hari itu pula, tanah lapang itu menjadi tempat bermain yang lebih damai. Burung-burung kembali beterbangan dengan bebas, tanpa takut diikat atau dijadikan sasaran oleh anak-anak yang lewat.

Pesan untuk Kita

Hewan tidak boleh disiksa untuk permainan. Makhluk bernyawa tidak boleh dijadikan sasaran, dan menyayangi hewan adalah tanda hati yang lembut.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau melihat teman mengganggu hewan di halaman sekolah, ingatkan dengan sopan dan ajak teman itu berhenti.
  • Di rumah: kalau punya hewan peliharaan, beri makan dan minum tepat waktu, dan jangan menarik atau mengikatnya dengan kasar.
  • Di mana saja: kalau melihat burung atau kucing di jalan, biarkan mereka lewat dengan tenang, jangan dilempari atau ditakut-takuti.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari larangan Nabi yang diriwayatkan Ibnu Umar dalam kitab Syarh al-Mashabih li Ibni al-Malik karya Ibnu al-Malik, Juz 4, halaman 497. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/17791?page=2188

Catatan kejujuran sumber: yang terverifikasi kuat adalah larangan Nabi menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran, dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar. Adegan Ibnu Umar melihat anak muda mengikat burung lalu melepaskannya ditulis sebagai ilustrasi larangan tersebut, bukan sebagai riwayat persis kata per kata dari fragmen yang terverifikasi.

Lihat naskah Arabnya

سمعت رسول الله ينهى أن تصبر بهيمة أو غيرها للقتل