Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Dahan Berduri di Pinggir Jalan

Dahan Berduri di Pinggir Jalan
Bagikan Artikel

Seorang pria sedang berjalan menyusuri jalan setapak di sebuah desa. Jalan itu biasa dilalui para musafir, anak-anak, dan warga yang hendak ke pasar. Hari itu udara cerah dan jalan tampak ramai. Pria itu berjalan santai sambil memperhatikan sekelilingnya, memastikan tidak ada yang menghalangi orang-orang yang lewat.

Pria berjubah berjalan di jalan setapak pedesaan
Jalan itu biasa dilalui para musafir dan anak-anak.

Di tengah jalan, ia melihat sebatang dahan pohon berduri yang jatuh melintang. Duri-durinya tajam dan bisa melukai kaki siapa pun yang menginjaknya. Pria itu berhenti sejenak. Ia membayangkan anak kecil yang berlari tanpa alas kaki, atau kakek tua yang berjalan pelan. Kalau dahan itu dibiarkan, pasti ada orang yang terluka. Ia tidak mau hanya lewat dan pura-pura tidak melihat.

Pria membungkuk memegang dahan berduri di tengah jalan
Ia tidak mau hanya lewat dan pura-pura tidak melihat.

Dengan hati-hati, pria itu membungkuk, memegang pangkal dahan yang tidak berduri, lalu menyeretnya ke pinggir jalan, jauh dari tempat orang lewat. Sambil bekerja ia berniat dalam hati, “Demi Allah, aku singkirkan dahan ini agar tidak menyakiti saudara-saudaraku.” Jalan pun kembali bersih dan aman. Amalan kecil itu ternyata sangat besar di sisi Allah, hingga pria itu dimasukkan ke dalam surga karenanya. Sejak hari itu, siapa pun yang mendengar kisahnya menjadi ingat, bahwa jalan yang bersih adalah hadiah bagi semua orang, dan satu kepedulian kecil bisa menjadi sebab keselamatan yang sangat besar bagi pelakunya di akhirat kelak.

Anak-anak berjalan riang di jalan yang sudah bersih
Jalan kembali bersih dan aman untuk semua orang.

Pesan untuk Kita

Amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas bisa bernilai sangat besar di sisi Allah. Menyingkirkan bahaya dari jalan adalah bentuk peduli kepada sesama, dan kepedulian sekecil apa pun tidak pernah sia-sia bila diniatkan karena Allah.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau melihat batu, kulit pisang, atau genangan air di jalan menuju kelas, singkirkan atau laporkan kepada guru piket agar teman tidak terpeleset.
  • Di rumah: bantu menjaga halaman dan jalan depan rumah tetap bersih dari ranting atau benda tajam, bersama orang tua.
  • Di sekolah dan di rumah: biasakan menegur dengan baik kalau melihat teman membuang sampah sembarangan, dan ajak ia membuangnya ke tempat sampah.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari kitab Riyadh al-Shalihin karya al-Nawawi, Juz 1, halaman 62. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/2348?page=157

Lihat naskah Arabnya

مر رجل بغصن شجرة على ظهر طريق، فقال: والله لأنحين هذا عن المسلمين لا يؤذيهم، فأدخل الجنة