Ketika kaum muslimin hijrah ke Madinah, air minum yang segar sangat sulit didapat. Satu-satunya sumur air tawar yang jernih adalah Sumur Rumah, milik seorang pedagang yang menjual airnya dengan harga sangat mahal. Banyak warga yang kesulitan, terutama keluarga miskin dan para musafir yang kehausan. Air yang seharusnya menjadi rezeki bersama justru hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membayar mahal.

Lalu datanglah seruan yang mulia: siapakah yang mau membeli Sumur Rumah, lalu menjadikannya wakaf untuk kaum muslimin, maka baginya balasan surga? Seruan itu sampai ke telinga Utsman bin Affan, sahabat yang dikenal dermawan dan kaya raya. Utsman tidak berpikir panjang. Ia tahu, harta yang paling berkah adalah harta yang dibelanjakan untuk kemaslahatan banyak orang, bukan yang disimpan untuk diri sendiri.

Utsman segera membeli sumur itu dengan hartanya sendiri, lalu mengumumkan dengan gembira, “Ember timbaku di sumur ini kini sama haknya dengan ember setiap muslim dan musafir, gratis selamanya.” Sejak hari itu, siapa pun boleh mengambil air dari Sumur Rumah tanpa membayar sepeser pun. Anak-anak, musafir, dan warga miskin pun bisa minum air jernih sepuasnya. Wakaf Utsman itu terus mengalirkan manfaat, jauh setelah sumur itu dibeli. Sumur itu pun menjadi saksi, bahwa satu wakaf yang ikhlas bisa memberi minum kepada ribuan orang, dari generasi ke generasi, tanpa pernah berhenti mengalirkan manfaat.

Pesan untuk Kita
Wakaf adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya dirasakan orang. Orang yang dermawan tidak hanya memberi sekali, melainkan membangun sesuatu yang bisa menolong banyak orang dalam waktu lama, seperti sumur, sekolah, atau tempat belajar.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: ikut menjaga kebersihan tempat air minum dan keran sekolah, agar semua teman bisa memakainya dengan nyaman.
- Di rumah: hemat air saat wudhu dan mandi, dan ingatkan anggota keluarga untuk tidak membuang-buang air bersih.
- Di sekolah dan di rumah: sisihkan sebagian uang jajan untuk sedekah, misalnya untuk membantu teman yang tidak punya bekal, karena memberi yang kecil pun bernilai besar bila ikhlas.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari kitab Syarh al-Zarkasyi ‘ala Mukhtashar al-Khiraqi karya al-Zarkasyi, Juz 4, halaman 275. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/21743?page=2118
Lihat naskah Arabnya
من يشتري بئر رومة، فيجعل فيها دلوه مع دلاء المسلمين، بخير له منها في الجنة؟ فاشتريتها بصلب مالي