Info Madrasah
Rabu, 17 Apr 2024
  • PPDB Tahun Pelajaran 2024-2025 telah dibuka, daftar segera
  • PPDB Tahun Pelajaran 2024-2025 telah dibuka, daftar segera

Sejarah Madrasah

Sejarah berdirinya Madrasah Misbahul Wathan di Singosari, Malang, Jawa Timur pada tahun 1923 merupakan sebuah perjuangan dan kiprah dari KH. Masjkur yang merupakan mantan ketua PBNU (1950-1954) dan Menteri Agama sejak Kabinet Hatta. Madrasah ini awalnya hanya menerima beberapa siswa laki-laki, dan saat itu belajar bersama antara laki-laki dan perempuan bukanlah pemandangan lazim. Pada sekitar tahun 1933, siswa perempuan pun dibolehkan untuk belajar bersama dengan laki-laki dengan adanya pemisah selembar papan yang dikenal dengan nama satir.

Namun, di masa-masa awal, sekolah ini menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya datang dari pihak penguasa, yaitu asisten wedana dan camat setempat yang sering memanggil pemuda Masjkur ke kantor untuk menanyakan pelajaran apa saja yang diberikan kepada murid-murid. Keadaan ini menyebabkan tidak banyak masyarakat yang mau mengirimkan anak-anaknya belajar di Madrasah Misbahul Wathan. Kendala ini kemudian disampaikan kepada gurunya, KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kiai Hasyim Asy’ari lantas menyarankan Masjkur untuk menemui Kiai Wahab Hasbullah di Surabaya. Dari pertemuan dengan menantu Kiai Haji Musa itu, Masjkur disarankan mengganti madrasahnya dengan nama Nahdlatul Wathan, sekaligus menjadi cabang Nahdlatul Wathan Surabaya. Perubahan itu diikuti dengan model pengajaran yang biasa dikembangkan Nahdlatul Wathan. Dengan penuh takdim, nasihat itu diikuti oleh KH. Masjkur.

Selama di Surabaya, KH. Masjkur diajak oleh KH Wahab Hasbullah ke pertemuan intelektual keagamaan Tashwirul Afkar yang dikembangkan oleh Kiai-kiai muda seperti Mas Alwi, Mas Mansur, dan Kiai Ridwan. Di kemudian hari, tiga orang yang disebut ini menempuh jalan masing-masing. KH. Wahab Hasbullah selanjutnya datang ke Singosari dan membawa KH. Masjkur ke kantor kewedanan sembari memberitahu jika madrasah milik KH. Masjkur adalah cabang dari Nahdlatul Wathan, Malang. Sejak itu, pihak penguasa setempat tidak lagi memanggil KH. Masjkur ke kewedanan. Madrasah ini kemudian berkembang lumayan pesat.

Pasca kemerdekaan, Madrasah Misbahul Wathan berganti nama menjadi Madrasah Nahdlatul Ulama dengan berbagai jenjang pendidikan. Salah satu dari 8 unit pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari adalah Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari yang didirikan pada tahun 1923-1924 dan berlokasi di Jalan Masjid No. 33 Singosari Malang. Pada tahun 1978, Madrasah Nahdatul Oelama berganti nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari dan sejak itu, madrasah ini telah mengalami pergantian kepala sekolah dari waktu ke waktu.

KH. Masjkur, pendiri Madrasah Misbahul Wathan yang kemudian menjadi Nahdatul Wathan, selalu berjuang keras untuk memperjuangkan pendidikan Islam di Indonesia. Melalui kegigihan dan ketekunan beliau dalam mengembangkan pendidikan Islam, KH. Masjkur menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang dan dijadikan panutan dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam.

Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari merupakan lembaga pendidikan yang sangat penting bagi masyarakat setempat. Madrasah ini telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia, terutama di wilayah Malang dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari telah berhasil melahirkan banyak siswa yang sukses dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Sejarah Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari penuh dengan perjuangan dan tantangan. Di awal pendiriannya, Madrasah ini hanya memiliki tujuh orang siswa. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari telah berkembang pesat dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia.

Pada tahun 1959, Madrasah Nahdlatul Oelama berganti nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah NU wajib Belajar dan MINU 1. Pada tahun 1972, MINU pertama kali mengikuti ujian P&K (sekarang DIKNAS) yang diikuti oleh empat orang dan berhasil lulus 100%. Sejak saat itu, selama enam tahun (1972-1978), siswa yang belajar di MINU memperoleh dua ijazah negeri (DEPAG) dan pada tahun 1978, MINU berganti nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari.

Namun, pada tahun 1983, madrasah harus berafiliasi pada salah satu departemen (DEPAG atau PaK) sehingga melalui rapat tanggal 10 April 1983, Yayasan Pendidikan Almaarif mengambil kebijakan MIA 01 menjadi Sekolah Dasar Islam Almaarif 02 Singosari dan MIA 02 tetap. Tahun 1994, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari mendapat status DISAMAKAN dengan SK No M.m 16.0503/PP.3/PP.062/061/1994 DEPAG.

Salah satu yang membuat madrasah ini terus berjaya adalah kepemimpinan para kepala sekolahnya yang memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi. Sejak didirikan pada tahun 1923 oleh al-maghfurullah Bapak KH. Masykur, madrasah ini telah mengalami beberapa pergantian kepala sekolah dalam perjalanan sejarahnya.

Kyai Dasuki adalah kepala sekolah pertama Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari. Kemudian pada tahun 1951 hingga 1957, posisi ini diisi oleh Sukamdo. Selanjutnya pada tahun 1957 hingga 1963, Kyai Ismail Zainudin menjadi kepala sekolah. Pada periode 1963 hingga 1967, Pak Suradi menjabat sebagai kepala sekolah. Dilanjutkan oleh Pak Mukri pada periode 1967 hingga 1976. Selanjutnya pada tahun 1976 hingga 1983, posisi ini diisi oleh Pak H. Fauzan. Setelah itu Bpk. H. Masdjidi menjabat Kepala mulai tahun 1983 hingga 2000, Hj. Hariroh kemudian menjadi kepala sekolah pada tahun 2000-2008, digantikan oleh Muhammad Ishom, S.Pd. pada tahun 2008. Setelah itu, pada tahun 2016, posisi kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari diisi oleh Khoirul Anam, S.Pd. sampai tahun 2021.
Pada tahun 2021 Bapak Muhammad Ishom, S.Pd kembali menjabat Kepal Sekolah hingga sekarang.

Berikut ini adalah tabel yang berisi nama-nama kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari beserta periode dan lama menjabatnya:

NoNama Kepala SekolahPeriodeLama Menjabat
1Kyai Dasuki  
2Sukamdo1951-19576 tahun
3Kyai Ismail Zainudin1957-19636 tahun
4Pak Suradi1963-19674 tahun
5Pak Mukri1967-19769 tahun
6Pak H. Fauzan1976-19837 tahun
7Bpk. H. Masdjidi1983-200017 tahun
8Hj. Hariroh2000-20088 tahun
9Muhammad Ishom, S.Pd.2008-20168 tahun
10Khoirul Anam, S.Pd.2016-20215 tahun
11Muhammad Ishom, S.Pd.2021-sekarang

Setiap kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari memiliki pengalaman, visi, dan misi yang berbeda-beda dalam memajukan madrasah ini. Namun, semuanya memiliki kesamaan dalam komitmen untuk memperjuangkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berintegritas. Dengan kepemimpinan yang kuat, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari berhasil menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbaik di Indonesia, dan terus berkomitmen untuk menghasilkan generasi-generasi Muslim yang berakhlakul karimah dan berwawasan luas

Dengan sejarah panjangnya, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari terus berkembang hingga saat ini. Selain mengajarkan pelajaran agama Islam, madrasah ini juga memberikan pendidikan umum yang sejalan dengan kurikulum nasional. Para siswa yang belajar di madrasah ini juga dilatih untuk mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, kreativitas, dan kerjasama tim.

Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari juga memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa dengan berbagai macam latar belakang, seperti anak-anak yatim piatu, anak jalanan, dan anak-anak kurang mampu secara ekonomi. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar pendidikan di Indonesia yang mengutamakan kesetaraan dan keadilan.

Selain itu, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari juga memiliki beberapa program unggulan, di antaranya program baca-tulis Al-Qur’an, Internalisasi Kitab Kuning (Nadzom Alala dan Aqidatul Awam), dan program pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan Ekstrakurikuler. Para siswa juga diajarkan untuk menjaga lingkungan dan mengembangkan rasa cinta tanah air serta toleransi antar umat beragama.

Tidak hanya itu, madrasah ini juga sering mengadakan berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam. Hal ini sejalan dengan semangat kepedulian sosial dan kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara.

Dalam perkembangannya, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari juga terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, seperti laboratorium komputer, perpustakaan, lapangan olahraga, dan ruang kelas yang nyaman. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa.

Secara keseluruhan, Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Melalui peranannya yang penting dalam dunia pendidikan, madrasah ini diharapkan mampu membantu mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan berkualitas.

Top of Form

Info

MI ALMAARIF 02 SINGOSARI

NPSN : 60715204 ~ NSM : 111235070219
Jl. Masjid no 33 Pagentan Singosari Malang
TELEPON 0341-451542
EMAIL mia02sgs@gmail.com
WHATSAPP +62-82211911152