Di kota Madinah, ada seorang sahabat Nabi yang bernama Abu Talhah. Ia terkenal sangat dermawan dan suka memuliakan tamu.
Suatu malam, datang seorang musafir yang lapar ke Madinah. Nabi bertanya kepada para sahabat, siapa yang mau menjamu tamu itu malam ini. Abu Talhah langsung berdiri dan berkata, “Saya, wahai Rasulullah.” Ia pun membawa musafir itu pulang ke rumahnya.

Di rumah, istrinya berkata dengan jujur, “Kita tidak punya apa-apa malam ini, kecuali makanan anak-anak.” Abu Talhah tidak bingung. Ia berkata, “Tidurkan anak-anak dulu. Padamkan lampunya. Hidangkan makanan itu untuk tamu kita.”
Mereka pun melakukannya. Anak-anak ditidurkan. Lampu dipadamkan. Makanan dihidangkan untuk tamu. Abu Talhah dan istrinya pura-pura ikut makan dalam gelap, supaya tamunya tidak malu makan sendirian. Padahal mereka sendiri tidak makan apa-apa malam itu.

Tamu itu makan sampai kenyang dengan tenang. Ia tidak tahu bahwa tuan rumahnya menahan lapar demi dirinya. Ia pulang dengan hati yang senang dan perut yang kenyang.
Keesokan paginya, turun ayat yang memuji orang-orang seperti Abu Talhah: mereka mendahulukan orang lain atas diri mereka sendiri, walaupun mereka sendiri sedang membutuhkan. Sejak itu, kisah lampu yang dipadamkan menjadi teladan memuliakan tamu.

Pesan untuk Kita
Memuliakan tamu artinya mendahulukan orang lain atas diri sendiri, walau kita sendiri sedang susah. Abu Talhah tidak menunggu kaya untuk berbagi. Ia berbagi apa yang ia punya, dan Allah memuji perbuatannya.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: kalau ada teman baru atau tamu di kelas, sambut dengan senyum, beri salam, dan tunjukkan tempat duduknya dengan sopan.
- Di rumah: kalau ada tamu datang, bantu ibu menyiapkan air minum dan hidangan, dan jangan sibuk sendiri meninggalkan tamu.
- Di mana saja: kalau makananmu terbatas dan ada teman yang lapar, dahulukan temanmu dulu. Berbagi tidak membuatmu rugi, justru membuatmu mulia.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari kitab Shahih Muslim karya Imam Muslim, Juz 6, halaman 128 (edisi Turkiyah). Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/711?page=6389
Lihat naskah Arabnya
نَوِّمِي الصِّبْيَةَ وَأَطْفِئِي السِّرَاجَ، وَقَرِّبِي لِلضَّيْفِ مَا عِنْدَكِ
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ