Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Burung yang Dilepas: Kisah Sufyan ats-Tsauri

Burung yang Dilepas: Kisah Sufyan ats-Tsauri
Bagikan Artikel

Sufyan ats-Tsauri adalah seorang ulama yang sangat menyayangi makhluk hidup. Suatu hari, Sufyan singgah di kota Basrah. Di sebuah rumah, ia melihat seorang anak kecil sedang bermain dengan seekor burung. Burung itu berada di dalam sangkar kecil dan tampak gelisah, mengepakkan sayapnya ingin keluar.

Ulama sepuh dari belakang berjalan di gang desa
Sufyan singgah di kota Basrah.

Sufyan merasa iba melihat burung itu. Ia lalu meminta izin kepada ayah anak itu, supaya burung tersebut boleh dilepaskan. Ayah anak itu pun mengizinkannya. Begitu burung itu berada di tangannya, Sufyan membuka pintu sangkarnya lebar-lebar. Burung kecil itu pun terbang melesat ke angkasa yang luas, menuju pepohonan dan cahaya matahari.

Tangan membuka sangkar kayu dan burung bersiap terbang
Sufyan membuka sangkar dan membiarkan burung itu bebas.

Konon, burung itu sangat senang dengan kebebasan barunya. Setiap siang ia terbang bebas, dan setiap malam ia kembali ke rumah Sufyan, seolah berterima kasih kepada orang yang telah membebaskannya. Sufyan tersenyum melihatnya. Baginya, membiarkan makhluk hidup bebas di alamnya adalah bentuk kasih sayang yang paling sederhana. Setelah dilepaskan, burung itu tidak langsung pergi jauh. Ia terbang berputar-putar di atas rumah, seolah mengucapkan terima kasih, sebelum akhirnya melesat menuju pepohonan. Sufyan pun pulang dengan hati yang ringan, karena hari itu ia telah melakukan satu kebaikan kecil yang sangat berarti.

Burung pipit terbang bebas menuju pepohonan
Burung itu terbang bebas ke angkasa yang luas.

Pesan untuk Kita

Hewan juga ingin bebas dan bahagia di tempatnya sendiri. Anak yang sayang kepada hewan tidak akan mengurungnya hanya untuk mainan, dan akan melepaskannya bila hewan itu lebih baik hidup bebas.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau melihat burung atau hewan kecil di sekitar sekolah, jangan ditangkap atau dilempari. Biarkan ia hidup tenang di alamnya.
  • Di rumah: kalau memelihara hewan, beri makan, minum, dan kandang yang cukup luas, dan ajak orang tua merawatnya bersama.
  • Di mana saja: kalau melihat hewan yang terkurung sempit, ceritakan kepada guru atau orang tua supaya dicarikan jalan yang baik untuknya.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari kitab Ikmal Tahdzib al-Kamal, Juz 5, halaman 402, yang meriwayatkan bahwa Sufyan, ketika masuk Basrah, meminta burung milik seorang anak lalu melepaskannya. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/36515?page=1974

Lihat naskah Arabnya

سفيان لما دخل البصرة عند بعض أصحابه وكان لابن المبروك طائر يلعب به فاستوهبه سفيان من أبيه وأطلقه فكان ذلك الطائر يسرح بالنهار ويدخل البيت في الليل مع سفيان

Catatan kejujuran sumber: yang terverifikasi kuat dari naskah di atas adalah intinya saja: Sufyan meminta burung milik seorang anak lalu melepaskannya, dan burung itu siang terbang bebas dan malam kembali ke rumah. Rincian cerita di artikel ini (suasana pagi, senyum Sufyan, burung berputar di atas rumah) ditulis sebagai bingkai narasi untuk anak, bukan sebagai kutipan riwayat kata per kata. Adegan pasar burung Kufah dan pembelian dengan dirham yang beredar di bank kisah tidak dipakai, karena tidak ada di fragmen terverifikasi.