Di dapur sebuah rumah sederhana di Madinah, aroma masakan kuah sayur menguar harum. Nabi pernah berpesan kepada sahabatnya, Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, kalau engkau memasak, perbanyaklah kuahnya, lalu perhatikanlah tetanggamu dan bagikanlah kepada mereka dengan baik.”

Abu Dzar memegang pesan itu baik-baik. Setiap kali keluarganya memasak sayur berkuah, mereka sengaja menambahkan airnya supaya kuahnya lebih banyak. Bukan karena kuahnya kurang enak, melainkan supaya ada bagian untuk tetangga. Setelah masakan matang, mereka membaginya ke dalam beberapa mangkuk tanah liat. Anak-anak mereka lalu mengantarkan mangkuk itu ke rumah tetangga kanan dan kiri, dengan tutup kain supaya tetap hangat.

Tetangga yang menerima pun tersenyum senang. Satu mangkuk kuah yang sederhana ternyata bisa membuat satu kampung terasa akrab dan saling peduli. Sejak itu, keluarga Abu Dzar tidak pernah memasak hanya untuk diri mereka sendiri. Mereka selalu ingat bahwa tetangga juga bagian dari keluarga besar mereka. Di dapur itu, anak-anak membantu mengaduk kuah dan menyiapkan mangkuk-mangkuk tanah liat. Mereka menutup setiap mangkuk dengan kain bersih, supaya kuahnya tetap hangat sampai ke rumah tetangga. Ketika mereka mengetuk pintu tetangga dan mengucapkan salam, tetangga itu membukakan pintu dengan wajah gembira dan mendoakan keluarga Abu Dzar. Sejak hari itu, anak-anak selalu berebut mengantarkan mangkuk, karena mereka senang melihat tetangga tersenyum.

Pesan untuk Kita
Berbagi tidak harus menunggu kaya. Satu mangkuk kuah yang dibagi dengan ikhlas bisa lebih berharga daripada makanan mewah yang dimakan sendiri. Tetangga yang diperhatikan akan menjadi saudara yang saling menjaga.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: kalau membawa bekal lebih, bagikan sedikit kepada teman yang tidak membawa bekal, dengan cara yang sopan dan tidak menyombongkan diri.
- Di rumah: kalau ibu memasak agak banyak, tawarkan diri mengantarkan satu mangkuk ke rumah tetangga terdekat.
- Di mana saja: kalau ada tetangga yang sedang sakit, ajak orang tua mengirimkan makanan hangat untuknya.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari kitab al-Musnad al-Mushannaf al-Mu’allal, Juz 27, halaman 270, yang meriwayatkan pesan Nabi kepada Abu Dzar tentang memperbanyak kuah dan memperhatikan tetangga. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/16953?page=27146
Lihat naskah Arabnya
أن رسول الله قال له: يا أبا ذر، إذا طبخت فأكثر المرقة، وتعاهد جيرانك، أو اقسم بين جيرانك
Catatan kejujuran sumber: yang terverifikasi kuat dari naskah di atas adalah intinya: pesan Nabi kepada Abu Dzar agar kalau memasak, memperbanyak kuah dan memperhatikan atau membagikan kepada tetangga. Rincian cerita di artikel ini (dapur Madinah, anak-anak mengantarkan mangkuk bertutup kain, tetangga tersenyum dan mendoakan) ditulis sebagai bingkai narasi untuk anak, bukan sebagai kutipan riwayat kata per kata. Penokohan bank yang menyebut Mu’adz bin Jabal tidak dipakai, karena naskah terverifikasi menyebut penerima pesan adalah Abu Dzar. Sesuai aturan gambar kisah ini, sosok Nabi tidak ditampilkan dalam ilustrasi mana pun.