Abdullah bin al-Mubarak sudah bersiap pergi berhaji bersama rombongannya. Perjalanan sudah separuh jalan ketika di sebuah perkampungan beliau melihat seorang anak perempuan kecil yang kelaparan sedang mencari makanan di tempat sampah.

Ketika ditanya dengan lembut, anak itu bercerita: ia dan adiknya sudah berhari-hari tidak makan, dan tidak ada yang tahu keadaan mereka.

Mendengar itu, hati sang ulama tersentuh. Beliau memerintahkan rombongannya putar balik, lalu bertanya kepada bendaharanya tentang bekal perjalanan mereka. Beliau memberikan sebagian besar bekal hajinya kepada anak itu, dan hanya menyisakan ongkos untuk pulang.
Beliau pun pulang tanpa menunaikan haji tahun itu. Baginya, menolong anak yang lapar jauh lebih utama daripada melanjutkan perjalanan itu.

Pesan untuk Kita
Hati yang lembut melihat kebutuhan orang lain sebelum kesenangannya sendiri. Berbagi dengan yang lapar adalah ibadah yang besar.
Yuk, Coba di Sekolah dan di Rumah!
- Berbagilah bekal dengan teman yang tidak membawa bekal makan siang.
- Kalau melihat teman kesulitan, tanyakan dengan lembut: “Kamu kenapa? Ada yang bisa kubantu?”
- Sisihkan sebagian uang sakumu untuk membantu orang yang membutuhkan.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Bagian ini bukan tugas baca anak. Rujukan: Mausu’at al-Akhlaq wa az-Zuhd wa ar-Raqaiq, Juz 2, hlm. 179. Verifikasi naskah di Turath.io
Ringkasan Naskah Asli Bahasa Arab (Untuk Verifikasi Ilmiah)
قالت إنها وأخاها فقيران لا يجدان شيئًا، ولا يعلم بهما أحد. فأمر ابن المبارك برد الأحمال، وقال لوكيله: كم معك.