Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Panggilan Ibu Lebih Utama: Kisah Syaikh Haywah

Panggilan Ibu Lebih Utama: Kisah Syaikh Haywah
Bagikan Artikel

Syaikh Haywah bin Syuraih adalah guru besar yang sangat dihormati. Saat beliau duduk mengajar hadits, banyak orang dewasa mendengarkan dengan penuh hormat.

Ulama besar tampak dari belakang mengajar di majelis, banyak pendengar dewasa, tanpa wajah detail
Syaikh Haywah mengajar hadits di hadapan banyak orang.

Tiba-tiba ibunda beliau datang ke pintu majelis dan memanggil: “Haywah! Bangunlah, tolong berikan biji-bijian untuk makan ayam-ayam kita di kandang belakang!”

Ulama bangkit dari majelis setelah ibunya memanggil dari pintu, tanpa wajah detail
Ibunda beliau datang dan memanggil dari pintu majelis.

Apakah Syaikh Haywah merasa malu di depan para muridnya? Apakah beliau berkata: sebentar Bu, aku sedang sibuk mengajar orang penting? Sama sekali tidak.

Beliau langsung tersenyum, pamit kepada seluruh muridnya, lalu bergegas mengambil pakan ayam untuk membantu ibunya tercinta. Setelah selesai, beliau kembali lagi mengajar seperti biasa.

Ulama tampak dari belakang menabur biji-bijian untuk ayam di halaman belakang, tanpa wajah detail
Beliau langsung pergi memberi makan ayam-ayam ibunya.

Pesan untuk Kita

Sepenting apa pun urusan kita, panggilan ibu dan bapak harus didahulukan, dengan wajah ceria dan tanpa menunda.

Yuk, Coba di Sekolah dan di Rumah!

  1. Kalau ibu memanggil saat sedang bermain, jawablah “Iya, Bu!” lalu segera datang.
  2. Bantulah pekerjaan rumah tanpa harus disuruh dua kali.
  3. Ucapkan terima kasih kepada ibu dan bapak setiap hari atas semua yang mereka berikan.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Bagian ini bukan tugas baca anak. Rujukan: Ibnu Abdi Rabbihi al-Andalusi, Al-‘Iqd al-Farid, Juz 2, hlm. 98. Verifikasi naskah di Turath.io

Ringkasan Naskah Asli Bahasa Arab (Untuk Verifikasi Ilmiah)

قُمْ يَا حَيْوَةُ، أَلْقِ الشَّعِيرَ لِلدَّجَاجِ.