Ali Zainal Abidin adalah ulama besar yang sangat dicintai warga Madinah. Setiap malam, ketika kota sudah sepi, beliau memanggul sendiri karung tepung di punggungnya.

Beliau berjalan dari rumah ke rumah, menaruh makanan di depan pintu rumah orang-orang miskin, lalu pergi tanpa ada yang tahu siapa dia. Bertahun-tahun warga Madinah heran: siapakah dermawan misterius yang selalu mengirim makanan tiap malam ini?

Rahasia itu baru terbongkar setelah beliau wafat. Orang-orang yang memandikan jenazahnya menemukan bekas tali karung di punggung beliau. Barulah semua sadar: selama ini kurir malam misterius itu adalah Ali Zainal Abidin sendiri. Dan sejak beliau wafat, makanan malam itu berhenti datang.
Beliau sengaja merahasiakannya agar pahalanya utuh hanya untuk Allah semata.

Pesan untuk Kita
Kebaikan yang paling hebat adalah kebaikan yang dilakukan dengan tulus dan diam-diam, tanpa perlu diumumkan atau dipamerkan.
Yuk, Coba di Sekolah dan di Rumah!
- Kalau meminjamkan pensil kepada teman, jangan diungkit-ungkit lagi sesudahnya.
- Berbagilah bekal diam-diam kepada teman yang tidak membawa bekal.
- Bantulah teman tanpa meminta disebut-sebut atau dipuji.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Bagian ini bukan tugas baca anak. Rujukan: Syamsuddin adz-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala, Juz 4, hlm. 393, riwayat dari Amr bin Tsabit. Verifikasi naskah di Turath.io
Ringkasan Naskah Asli Bahasa Arab (Untuk Verifikasi Ilmiah)
لَمَّا مَاتَ عَلِيُّ بنُ الحُسَيْنِ، وَجَدُوا بِظَهْرِهِ أَثَرًا. كَانَ يَحْمِلُ جِرَابَ الدَّقِيقِ عَلَى ظَهْرِهِ بِاللَّيْلِ.