Dahulu, di sebuah kota, hiduplah sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah. Penguasa kota itu memaksa semua orang untuk menyembah selain Allah, tapi para pemuda itu menolak. Mereka berkata, ‘Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi. Kami tidak akan menyembah selain Dia.’

Karena takut iman mereka dirampas, para pemuda itu pun pergi meninggalkan kota. Mereka berjalan sampai menemukan sebuah gua di gunung, lalu masuk dan beristirahat di dalamnya. Seekor anjing setia ikut bersama mereka dan berjaga di pintu gua.

Lalu Allah menidurkan mereka dengan tidur yang sangat panjang, jauh lebih panjang dari tidur biasa. Matahari yang terbit dan terbenam menyinari gua dari arah yang Allah atur, sehingga tubuh mereka tetap terjaga.
Setelah waktu yang sangat lama, Allah membangunkan mereka. Mereka saling bertanya, ‘Sudah berapa lama kita tidur?’ Sebagian menjawab, ‘Sehari atau sebagian hari.’ Mereka tidak menyangka bahwa tidur mereka telah berlangsung sangat lama.

Lalu mereka mengutus salah seorang di antara mereka ke kota untuk membeli makanan dengan uang yang mereka bawa. Betapa terkejutnya ia: kota itu sudah berubah, orang-orangnya sudah berbeda, dan uangnya pun sudah menjadi uang zaman dahulu yang tidak lagi berlaku.
Begitulah, Allah menjaga orang-orang yang beriman kepada-Nya, walau mereka harus bersembunyi dan menunggu sangat lama.
Pesan untuk Kita
Iman yang dijaga dengan sungguh-sungguh tidak akan disia-siakan Allah. Kadang jalan menjaga iman itu berat — harus pergi, harus bersembunyi, harus menunggu lama — tapi Allah selalu menjaga hamba-Nya dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: kalau diajak berbuat yang dilarang Allah, berani berkata tidak dengan sopan, seperti para pemuda itu.
- Di rumah: jaga shalat dan kejujuran, walau teman-teman tidak ikut menjaganya.
- Di mana saja: ingat, Allah menjaga orang yang menjaga imannya.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari Al-Qur’an, Surah al-Kahf ayat 13 dan ayat-ayat sesudahnya. Tafsir Qatadah atas ayat 13 terverifikasi di kitab Tafsir Qatadah, halaman 1276. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/2000001?page=1276
Lihat naskah Arabnya
إنهم فتية آمنوا بربهم وزدناهم هدى