Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Nasihat Ayah yang Bijak: Kisah Luqman dan Anaknya

Nasihat Ayah yang Bijak: Kisah Luqman dan Anaknya
Bagikan Artikel

Dahulu, hiduplah seorang laki-laki bijak bernama Luqman. Allah memberinya hikmah, yaitu ilmu yang membuat seseorang tahu mana yang benar dan mana yang salah. Suatu hari, Luqman menasihati anaknya dengan nasihat yang sangat indah.

Ayah dari belakang menasihati anak laki-laki kecil
Luqman menasihati anaknya dengan nasihat yang indah.

‘Anakku,’ kata Luqman, ‘janganlah engkau menyekutukan Allah. Sungguh, menyekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.’

Lalu Luqman berkata lagi, ‘Anakku, berbaktilah kepada kedua orang tuamu. Ibumu telah mengandungmu dengan susah payah, dan menyusuimu selama dua tahun. Bersyukurlah kepada Allah, dan berterima kasihlah kepada kedua orang tuamu.’

Anak dari belakang berbakti membantu ibunya yang berjilbab penuh
Berbaktilah kepada kedua orang tuamu.

‘Anakku,’ lanjut Luqman, ‘dirikanlah shalat. Ajaklah orang lain kepada kebaikan dan cegahlah mereka dari keburukan. Dan bersabarlah atas apa yang menimpamu. Sungguh, itu termasuk hal-hal yang diwajibkan.’

Lalu Luqman menutup nasihatnya, ‘Anakku, janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah langkahmu, dan lunakkanlah suaramu. Sungguh, seburuk-buruk suara adalah suara keledai.’

Anak dan ayah dari belakang berjalan dengan rendah hati
Jangan berjalan dengan sombong; berjalanlah dengan rendah hati.

Anaknya mendengarkan dengan saksama. Nasihat-nasihat itu pun diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, supaya dibaca dan diamalkan oleh anak-anak sampai hari ini.

Pesan untuk Kita

Nasihat terbaik seorang ayah bukan soal harta, tapi soal tauhid, bakti kepada orang tua, shalat, mengajak kebaikan, sabar, dan rendah hati. Anak yang mendengarkan nasihat seperti ini akan tumbuh menjadi orang yang dicintai Allah dan manusia.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: dengarkan nasihat guru dengan saksama, jangan memotong pembicaraan.
  • Di rumah: berbakti kepada ayah dan ibu, ucapkan terima kasih atas semua yang mereka lakukan.
  • Di mana saja: berjalanlah dengan rendah hati, jangan sombong, dan berbicaralah dengan suara yang lembut.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari Al-Qur’an, Surah Luqman ayat 13–19. Ayat 13 terverifikasi di kitab Tafsir Qatadah, halaman 2007. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/2000001?page=2007

Lihat naskah Arabnya

وإذ قال لقمان لابنه وهو يعظه يا بني لا تشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم