Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Tubuhmu Punya Hak Istirahat

Tubuhmu Punya Hak Istirahat
Bagikan Artikel

Abu Darda adalah sahabat yang sangat bersemangat beribadah. Ia berpuasa hampir setiap hari tanpa jeda. Malam hari ia berdiri shalat sangat lama dan hampir tidak tidur. Semangatnya besar, tetapi tubuhnya mulai kelelahan.

Suatu hari, sahabatnya Salman al-Farisi datang menginap di rumahnya. Salman memperhatikan Abu Darda yang tampak letih. Pada awal malam, Salman memintanya tidur dulu. Ia juga memintanya berbuka puasa dan tidak memaksakan diri setiap hari.

Sahabat dari belakang duduk letih di serambi rumah batu
Abu Darda bersemangat beribadah sampai tubuhnya kelelahan.

Abu Darda sempat ragu. Bukankah semakin banyak ibadah semakin baik? Salman menjawab dengan lembut. Tubuhmu punya hak untuk istirahat. Tuhanmu punya hak untuk diibadahi. Keluargamu punya hak untuk ditemani. Berpuasalah dan berbukalah. Shalatlah dan tidurlah. Semua ada waktunya.

Dua sahabat dari belakang berbincang dengan lentera hangat di malam hari
Salman menasihati Abu Darda agar tubuhnya mendapat hak istirahat.

Keesokan harinya mereka menceritakan nasihat itu kepada Nabi. Nabi membenarkan Salman dan berkata, Wahai Abu Darda, tubuhmu punya hak atasmu, seperti yang dikatakan Salman kepadamu. Abu Darda pun lega. Ia belajar bahwa ibadah yang baik adalah ibadah yang seimbang.

Sejak itu Abu Darda menjaga keseimbangan hidupnya. Ia tetap rajin beribadah, tetapi ia juga tidur cukup dan makan teratur. Ia meluangkan waktu untuk keluarganya. Tubuhnya sehat dan hatinya tenang.

Kisah ini mengingatkan kita untuk tidak berlebihan dalam hal apa pun. Belajar itu baik, bermain itu baik, dan istirahat itu juga baik. Semua perlu waktu masing-masing supaya tubuh dan hati tetap sehat.

Rumah batu pada pagi hari yang cerah dengan pohon palem
Ibadah yang baik adalah ibadah yang seimbang.

Pesan untuk Kita

Kebaikan itu seimbang. Ibadah, belajar, bermain, dan istirahat masing-masing punya waktu. Tubuh yang dirawat dengan baik justru membuat kita lebih kuat untuk berbuat baik.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau sudah belajar lama dan kepala terasa penat, istirahatlah sebentar, minum air, dan jangan memaksakan diri sampai pusing.
  • Di rumah: tidurlah tepat waktu pada malam hari supaya pagi harinya segar, jangan begadang untuk bermain gawai atau menonton sampai larut.
  • Di mana saja: bagi waktu dengan adil antara belajar, membantu orang tua, bermain, dan istirahat, lalu tepati pembagian waktu itu setiap hari.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari kitab Siyar A’lam an-Nubala karya Al-Hafizh Syamsuddin Adz-Dzahabi, Juz 2, halaman 342. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/10906?page=2322

Lihat naskah Arabnya

قَالَ سَلْمَانُ: إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَصَلِّ… فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ: يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ! إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا مِثْلَ مَا قَالَ لَكَ سَلْمَانُ.