Ghudhaif adalah anak kecil yang tinggal di Madinah. Ia sangat suka buah kurma. Kurma yang ranum, manis, dan berwarna cokelat keemasan selalu membuatnya ingin mencicipi.
Di dekat rumahnya, ada kebun kurma milik para sahabat Anshar. Pohon-pohonnya tinggi dan buahnya banyak. Ghudhaif yang masih kecil tidak sampai memetik buah dari dahannya.

Suatu hari, Ghudhaif melempari dahan pohon kurma dengan batu. Ia berharap buahnya jatuh ke tanah, lalu ia bisa memakannya. Batu-batu itu mengenai dahan dan daun, dan beberapa buah pun jatuh.
Pemilik kebun melihat perbuatan itu. Ia tidak marah-marah, tapi ia membawa Ghudhaif menghadap orang yang sangat dihormati di Madinah, supaya Ghudhaif mendapat nasihat yang baik.

Orang itu tidak memarahi Ghudhaif. Ia mengusap kepala Ghudhaif dengan lembut, lalu berkata dengan suara yang hangat, “Makanlah kurma yang sudah jatuh, dan jangan lempari pohon mereka.”
Ghudhaif mendengarkan nasihat itu baik-baik. Ia mengerti sekarang. Buah yang sudah jatuh boleh dimakan, tapi pohon milik orang lain tidak boleh dirusak. Nasihat yang lembut lebih mudah diterima daripada marah yang keras.
Ghudhaif memandang pohon kurma itu dengan rasa malu yang jujur. Ia berjanji dalam hati tidak akan melempari pohon itu lagi, dan akan meminta izin kalau ingin makan kurma.
Sejak hari itu, Ghudhaif berjanji menjaga pohon milik tetangganya. Ia belajar bahwa menyukai sesuatu bukan alasan untuk merusak milik orang lain.

Pesan untuk Kita
Adab itu sederhana: ambil yang memang boleh diambil, dan jaga milik orang lain. Nasihat yang lembut lebih kuat daripada bentakan, karena ia masuk ke hati, bukan hanya ke telinga.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: kalau ingin meminjam barang teman, minta izin dulu dan kembalikan dalam keadaan baik.
- Di rumah: kalau ada buah atau makanan milik anggota keluarga lain, tanyakan dulu sebelum mengambilnya.
- Di mana saja: kalau melihat teman merusak tanaman atau barang orang lain, ingatkan dengan kata-kata yang lembut.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari kitab Siyar A’lam an-Nubala karya al-Hafizh Syamsuddin adz-Dzahabi, Juz 3, halaman 454. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/10906?page=3062
Lihat naskah Arabnya
سَمِعْتُ غُضَيْفَ بنَ الحَارِثِ، قَالَ: كُنْتُ صَبِيًّا أَرْمِي نَخْلَ الأَنْصَارِ، فَأَتَوْا بِيَ النَّبِيَّ -ﷺ- فَقَالَ: (كُلْ مِمَّا يَسْقُطُ، وَلاَ تَرْمِ نَخْلَهُمْ) .