Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Satu Ayat yang Mengubah Hati: Kisah Fudhail bin Iyadh

Satu Ayat yang Mengubah Hati: Kisah Fudhail bin Iyadh
Bagikan Artikel

Dulu, Fudhail bin Iyadh adalah orang yang berbuat jahat. Ia suka mengambil harta orang lain di jalan. Orang-orang takut bertemu dengannya.

Suatu malam, ia mendengar seseorang membaca ayat Al-Quran. Ayat itu bertanya dengan lembut: belum tibakah waktunya bagi hati orang-orang beriman untuk tunduk mengingat Allah?

Seorang pria dari belakang berjalan sendirian di jalan sepi malam hari
Dulu, Fudhail adalah orang yang ditakuti di jalan.

Ayat itu menusuk hatinya. Fudhail berhenti. Ia memikirkan hidupnya selama ini: harta yang ia ambil, orang-orang yang ia takuti, dan hatinya yang selama ini keras.

Pria berhenti dan menunduk merenung di malam hari
Satu ayat menusuk hatinya, ia berhenti dan merenung.

Malam itu juga, Fudhail memutuskan berhenti. Ia tidak mau lagi menjadi orang yang ditakuti. Ia ingin menjadi orang yang dekat dengan Allah.

Sejak itu, hidupnya berubah total. Ia belajar, beribadah, dan menjaga dirinya dari perbuatan jahat. Kelak, ia menjadi ulama besar yang ilmunya dipelajari banyak orang.

Satu ayat, satu malam, satu keputusan. Dan hidup seseorang berubah selamanya.

Pria berjalan menuju masjid di pagi hari dengan langkah ringan
Satu malam, satu keputusan, hidup yang berubah.

Pesan untuk Kita

Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi baik. Hati yang keras pun bisa lembut kalau mau mendengarkan nasihat. Dan orang yang pernah berbuat salah tetap bisa menjadi orang baik, asal ia benar-benar berhenti dan berubah.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau pernah berbuat salah kepada teman, mintalah maaf dengan sungguh-sungguh, lalu jangan ulangi lagi.
  • Di rumah: kalau dinasihati orang tua, dengarkan dulu sampai selesai, jangan langsung membantah. Nasihat itu bisa jadi titik balik, seperti ayat itu bagi Fudhail.
  • Di mana saja: kalau melihat teman yang berbuat salah, jangan langsung dicap jahat selamanya. Ingatkan dengan baik, karena siapa tahu ia sedang menunggu satu nasihat untuk berubah.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari keterangan bahwa ayat “Belum tibakah waktunya bagi hati orang-orang beriman untuk tunduk mengingat Allah” (QS. al-Hadid: 16) menjadi sebab taubat Fudhail bin Iyadh, sebagaimana dicatat dalam Durus al-Syaikh Muhammad Ismail al-Muqaddim, Juz 4, halaman 15, dan dibahas dalam Tafsir al-Qurthubi, Juz 17, halaman 251. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/37018?page=61 dan https://app.turath.io/book/20855?page=6518

Lihat naskah Arabnya

ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله