Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang terkenal sangat menyayangi kucing.
Nama aslinya Abd Syams bin Shakhr. Setelah masuk Islam, Nabi memanggilnya Abdurrahman. Lalu orang-orang mulai memanggilnya dengan julukan yang lain: Abu Hurairah, yang artinya bapak anak kucing.

Kenapa begitu? Suatu hari ia menemukan seekor anak kucing kecil. Ia tidak membiarkannya begitu saja. Ia membawa anak kucing itu di dalam lengan bajunya, dijaga dengan lembut ke mana pun ia pergi.
Sejak itu, julukan itu melekat. Orang-orang lebih mengenalnya sebagai Abu Hurairah daripada nama aslinya sendiri.

Kelak, ia menjadi salah satu sahabat yang paling banyak menyampaikan hadits Nabi kepada kita. Semua itu berawal dari kebiasaan kecil: menyayangi makhluk yang lemah.

Pesan untuk Kita
Nama baik bisa datang dari kebiasaan kecil. Orang yang lembut kepada hewan, biasanya juga lembut kepada manusia.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: kalau melihat kucing di sekitar sekolah, jangan dilempari atau ditakut-takuti. Beri jalan dan biarkan ia lewat dengan tenang.
- Di rumah: kalau punya hewan peliharaan, beri makan dan minum tepat waktu, dan kandangnya dibersihkan bersama orang tua.
- Di mana saja: kalau melihat hewan lapar, beri sedikit makanan yang bersih, lalu ceritakan kepada guru atau orang tua supaya hewan itu ikut diperhatikan.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari kitab Bahjat al-Mahafil karya Burhanuddin al-Laqqani, Juz 1, halaman 118. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/96239?page=117
Lihat naskah Arabnya
كنيت أبا هريرة لأني وجدت هرة حملتها في كمي فقيل لي أبو هريرة