Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Jujur, Bahkan kepada Hewan: Kisah Imam Bukhari dan Kuda

Jujur, Bahkan kepada Hewan: Kisah Imam Bukhari dan Kuda
Bagikan Artikel

Imam Bukhari adalah ulama besar yang menyusun buku hadits paling sahih setelah Al-Quran, yaitu Shahih Bukhari. Beliau memilih hadits dengan sangat hati-hati, hanya dari orang yang benar-benar jujur.

Ilustrasi ulama tampak dari belakang melakukan perjalanan jauh di gurun bersama kafilah, membawa buku, tanpa wajah detail
Perjalanan jauh mencari hadits.

Suatu hari, beliau melakukan perjalanan jauh untuk mencatat satu hadits dari seorang bapak di desa yang jauh. Sesampainya di depan rumah bapak itu, kuda milik bapak itu lepas dan berlari.

Bapak itu lalu mengangkat ujung bajunya ke depan kuda, seolah-olah di dalamnya ada makanan. Kuda itu mendekat karena mengira akan diberi makan, lalu bapak itu menangkap talinya. Padahal bajunya kosong, tidak ada makanan sama sekali.

Ilustrasi pria mengangkat ujung jubah di depan kuda seolah membawa makanan, ulama mengamati dari belakang, tanpa wajah detail
Kuda didekati dengan pura-pura membawa makanan.

Melihat itu, Imam Bukhari langsung berbalik pulang tanpa mencatat hadits dari bapak itu. Beliau berkata, orang yang tega berbohong kepada hewan tidak bisa dipercaya kejujurannya saat menyampaikan sabda Nabi Muhammad.

Ilustrasi ulama tampak dari belakang berjalan tenang pulang di jalan gurun menuju kota Arab, tanpa wajah detail
Berbalik pulang dengan tenang.

Pesan untuk kita

Jujur itu berlaku dalam semua keadaan, bukan hanya saat ujian atau di depan guru. Menipu teman dengan dalih bercanda tetaplah bohong.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Jangan menipu teman dengan pura-pura, misalnya berpura-pura membawa hadiah padahal tidak ada.
  • Kalau berjanji kepada teman atau adik, tepati janjimu, atau katakan jujur kalau belum bisa.
  • Berkatalah jujur di rumah, meski kejujuran itu membuatmu harus mengakui kesalahan.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Bagian ini untuk guru dan orang tua, bukan tugas baca anak. Kisah ini disadur dari khazanah kitab kuning. Rujukan: Mausuat al-Akhlaq wa az-Zuhd wa ar-Raqaiq, Juz 1, hlm. 41. Verifikasi naskah di Turath.io