Imam Malik adalah ulama besar di Madinah yang mengajarkan hadits, yaitu perkataan dan ajaran Nabi Muhammad. Banyak murid datang ke majelisnya untuk belajar.

Suatu hari, Imam Malik sedang menyampaikan hadits kepada para muridnya. Di tengah majelis, seekor kalajengking menyengat kakinya berkali-kali, sampai 16 kali.
Para murid melihat wajah Imam Malik berubah dan memucat. Tapi beliau tetap tenang. Beliau tidak berteriak, tidak melompat, dan tidak memotong hadits yang sedang beliau sampaikan.

Baru setelah majelis selesai dan para murid bubar, beliau mengeluarkan kalajengking itu dari sepatunya. Seorang murid bertanya heran, mengapa beliau tidak berhenti tadi. Imam Malik menjawab, ia bersabar karena mengagungkan hadits Rasulullah.

Pesan untuk kita
Sabar itu bukan berarti menahan sakit yang berbahaya tanpa berobat. Sabar di sini berarti fokus, tidak gampang menyerah, dan menghormati pelajaran yang sedang disampaikan.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Saat belajar atau mengaji, tetap fokus sampai selesai, jangan gampang mengeluh karena bosan atau lelah.
- Kalau ada gangguan kecil di kelas, tetap tenang dan dengarkan guru sampai selesai.
- Di rumah, selesaikan tugas mengaji atau PR dengan sabar, lalu istirahat setelah selesai.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Bagian ini untuk guru dan orang tua, bukan tugas baca anak. Kisah ini disadur dari khazanah kitab kuning. Rujukan: Fath al-Qarib al-Mujib ala at-Targhib wa at-Tarhib, Juz 4, hlm. 334, mengutip Tartib al-Madarik. Verifikasi naskah di Turath.io