Abdullah bin al-Mubarak adalah ulama besar yang dikenal dermawan dan sangat menjaga amanah. Pada zaman dulu, orang bepergian jauh dengan unta dan kuda, bukan dengan mobil seperti sekarang.

Suatu ketika, beliau sedang belajar di negeri Syam. Di sana beliau meminjam sebatang pena dari seorang teman. Karena terburu-buru merapikan tas, pena itu terselip dan terbawa pulang.
Sesampainya di rumahnya di Marwa, saat membongkar tas, beliau terkejut. Pena pinjaman itu ada di dalam tasnya. Beliau tidak berkata, ah, cuma pena kecil, tidak apa-apa.

Beliau justru kembali menempuh perjalanan jauh ke Syam, hanya untuk mengetuk pintu pemiliknya dan mengembalikan sebatang pena itu.

Pemilik pena itu tentu senang, karena barangnya kembali. Abdullah bin al-Mubarak pun tenang, karena amanah sudah ia tunaikan.
Pesan untuk kita
Barang pinjaman sekecil apa pun tetap amanah. Merawat dan mengembalikannya tepat waktu adalah tanda anak yang bisa dipercaya.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Kalau meminjam pensil atau penghapus teman, segera kembalikan setelah dipakai, jangan dibawa pulang tanpa izin.
- Rawat barang pinjaman di rumah, misalnya buku kakak atau mainan teman, lalu kembalikan dalam keadaan baik.
- Kalau menemukan barang yang bukan milikmu, serahkan kepada guru atau pemiliknya, jangan disimpan sendiri.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Bagian ini untuk guru dan orang tua, bukan tugas baca anak. Kisah ini disadur dari khazanah kitab kuning. Rujukan: Muhammad Hifzhur Rahman al-Kamlai, al-Budur al-Mudhiyyah fi Tarajim al-Hanafiyyah, Juz 9, hlm. 348. Verifikasi naskah di Turath.io