Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Tidak Punya Kertas, Tetap Belajar: Kisah Imam Syafii Kecil

Tidak Punya Kertas, Tetap Belajar: Kisah Imam Syafii Kecil
Bagikan Artikel

Imam Syafii adalah ulama besar yang ilmunya dipelajari banyak orang sampai sekarang. Tapi waktu kecil, hidupnya tidak mudah.

Ilustrasi Syafii kecil duduk dari belakang di lingkaran belajar para ulama, tanpa wajah detail
Syafii kecil duduk bersama para ulama dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

Ia tumbuh sebagai anak yatim dalam asuhan ibunya. Hidup mereka serba kurang dan sempit. Pada zaman dulu, kertas juga masih langka, tidak semudah sekarang yang bisa dibeli di toko.

Meski begitu, Syafii kecil tidak berhenti belajar. Di masa kecilnya, ia duduk bersama para ulama, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan menulis apa yang ia dapatkan dari mereka.

Karena tidak punya kertas yang cukup, ia menulis pada tulang dan benda lain yang bisa ditulisi. Satu per satu ia kumpulkan. Lama-lama, tulisan itu sampai memenuhi guci-guci besar di rumahnya.

Ilustrasi Syafii kecil tampak dari belakang sedang menulis pelajaran pada tulang di samping guci besar, tanpa wajah detail
Menulis pelajaran pada tulang, dikumpulkan sampai guci penuh.

Syafii kecil tidak malu dengan alat tulisnya yang sederhana. Yang penting baginya adalah ilmunya tercatat dan bisa diulang lagi. Ketekunan itulah yang kemudian membawanya menjadi ulama besar.

Ilustrasi Syafii kecil tampak dari belakang membawa guci besar berisi tulang bertulis pulang kepada ibunya, tanpa wajah detail
Guci berisi tulisan dibawa pulang, buah dari ketekunan belajar.

Pesan untuk kita

Kurangnya alat bukan alasan untuk berhenti belajar. Yang penting adalah kemauan untuk mendengarkan, mencatat, dan mengulang pelajaran.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Catat pelajaran dengan rapi, meski bukumu sederhana, dan jangan boros kertas.
  • Duduk dekat guru dan bertanya kalau belum paham, seperti Syafii kecil yang duduk bersama para ulama.
  • Ceritakan kembali pelajaran hari ini di rumah dengan kata-katamu sendiri, tanpa selalu melihat buku.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Bagian ini untuk guru dan orang tua, bukan tugas baca anak. Kisah ini disadur dari khazanah kitab kuning. Rujukan: Imam Nawawi, al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab, Juz 1, hlm. 8. Verifikasi naskah di Turath.io