Imam Hasan al-Bashri adalah seorang ulama besar di kota Basrah. Ia sering memberikan nasihat yang menyentuh hati kepada para pemuda di sekitarnya.
Banyak pemuda pada masa itu gemar menyia-nyiakan waktu mereka untuk hal yang tidak berguna. Mereka menunda-nunda pekerjaan, bermain tanpa henti, dan lupa bahwa waktu terus berjalan.

Suatu hari, Hasan al-Bashri berkata kepada mereka dengan perumpamaan yang sangat indah. Ia berkata, “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau ini hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu dari hidupmu, maka hilanglah sebagian dari dirimu.”
Para pemuda itu terdiam mendengarnya. Mereka membayangkan hidup mereka seperti setumpuk hari yang semakin menipis setiap hari. Setiap hari yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi.
Seorang pemuda lalu bertanya, “Lalu apa yang harus kami lakukan?” Hasan menjawab dengan lembut, “Isilah harimu dengan hal yang baik. Belajarlah, tolonglah orang lain, dan jangan biarkan harimu lewat begitu saja tanpa kebaikan.”

Sejak hari itu, banyak pemuda yang berubah. Mereka mulai mengatur waktu mereka dengan lebih baik. Mereka belajar dengan sungguh-sungguh di pagi hari, membantu orang tua di sore hari, dan beristirahat dengan cukup di malam hari.
Mereka pun mulai menghargai setiap pagi yang mereka jalani, karena setiap pagi adalah satu hari baru yang tidak akan terulang lagi.
Mereka sadar, waktu adalah harta yang paling berharga, karena waktu yang sudah lewat tidak bisa dibeli kembali dengan uang berapa pun.

Pesan untuk Kita
Hidup kita adalah kumpulan hari, dan setiap hari yang berlalu adalah bagian dari diri kita yang tidak akan kembali. Karena itu, setiap hari pantas diisi dengan hal yang baik, bukan dibiarkan lewat begitu saja tanpa manfaat.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: kerjakan tugas pada waktunya, jangan menunda sampai besok, dan pakailah jam istirahat untuk bermain secukupnya saja.
- Di rumah: buatlah jadwal sederhana bersama orang tua, yaitu waktu belajar, waktu membantu di rumah, dan waktu beristirahat, lalu patuhi jadwal itu.
- Di mana saja: setiap pagi, tentukan satu kebaikan kecil yang akan kamu lakukan hari itu, misalnya membantu teman atau membaca buku.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari kitab Siyar A’lam an-Nubala karya al-Hafizh Syamsuddin adz-Dzahabi, Juz 4, halaman 585. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/10906?page=3738
Lihat naskah Arabnya
عَنِ الحَسَنِ، قَالَ: ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ، ذَهَبَ بَعْضُكَ.