Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Kijang Jinak untuk Anak-Anak

Kijang Jinak untuk Anak-Anak
Bagikan Artikel

Abu Muslim al-Khaulani adalah seorang ulama yang sangat dicintai anak-anak di lingkungannya. Tutur katanya lembut, dan ia selalu menyapa anak-anak dengan ramah.

Suatu sore, sekumpulan anak kecil sedang bermain di luar rumah. Tiba-tiba, seekor kijang yang elok melintas di dekat mereka. Anak-anak itu senang sekali melihatnya. Mereka ingin sekali mengelus hewan itu dari dekat.

Pria berjubah dari belakang berjalan di gang desa bersama anak-anak
Abu Muslim dicintai anak-anak karena tutur katanya lembut.

Anak-anak itu lalu berlari menghampiri Abu Muslim. Dengan ceria mereka berkata, “Wahai Paman, berdoalah kepada Allah agar kijang itu mau berhenti sejenak, supaya kami bisa membelainya!”

Melihat kepolosan mereka, Abu Muslim tersenyum tulus. Ia lalu berdoa kepada Allah dengan penuh harap. Ia meminta agar kijang itu berhenti sejenak untuk anak-anak itu.

Anak-anak dari belakang mengelus kijang jinak di halaman desa
Kijang itu berhenti dengan jinak, lalu anak-anak mengelusnya.

Seketika, kijang itu berhenti dengan jinak. Ia tidak lari lagi. Anak-anak pun mendekat dengan pelan, lalu mengelus tubuh kijang itu dengan gembira dan lembut.

Orang tua yang melihat dari kejauhan pun ikut tersenyum. Mereka senang melihat anak-anak mereka belajar meminta dengan cara yang baik dan memperlakukan hewan dengan lembut. Sore itu, anak-anak pulang dengan hati yang gembira dan cerita baru yang akan mereka ceritakan kepada keluarga di rumah.

Sore itu menjadi sore yang tidak terlupakan. Anak-anak belajar bahwa doa yang baik, yang diminta dengan tulus, bisa dijawab oleh Allah. Mereka juga belajar bahwa hewan harus diperlakukan dengan lembut, bukan ditakuti atau disakiti.

Anak-anak dan pria berjubah berjalan pulang di jalan desa sore hari
Doa yang baik dan kelembutan kepada hewan tidak terlupakan.

Pesan untuk Kita

Doa adalah cara anak meminta kebaikan kepada Allah, dan kasih sayang kepada hewan adalah bagian dari akhlak yang baik. Orang dewasa yang lembut kepada anak-anak akan membuat anak berani meminta hal yang baik, dan anak yang lembut kepada hewan akan tumbuh menjadi orang yang lembut kepada manusia.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau melihat hewan di sekitar sekolah, jangan dilempari atau ditakut-takuti, amati dari jarak yang aman dan beri jalan.
  • Di rumah: kalau punya hewan peliharaan, beri makan dan minum tepat waktu, dan eluslah dengan lembut bersama orang tua.
  • Di mana saja: saat menginginkan sesuatu yang baik, berdoalah kepada Allah dengan sopan, lalu berusaha dengan cara yang baik pula.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari kitab Siyar A’lam an-Nubala karya al-Hafizh Syamsuddin adz-Dzahabi, Juz 4, halaman 12. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/10906?page=3165

Lihat naskah Arabnya

عَنْ بِلاَلِ بنِ كَعْبٍ: أَنَّ الصِّبْيَانَ قَالُوا لأَبِي مُسْلِمٍ الخَوْلاَنِيِّ: ادْعُ اللهَ أَنْ يَحْبِسَ عَلَيْنَا هَذَا الظَّبْيَ، فَنَأْخُذَهُ. فَدَعَا اللهَ، فَحَبَسَهُ حَتَّى أَخَذُوْهُ.