Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Janji Memerah Domba

Janji Memerah Domba
Bagikan Artikel

Sebelum menjadi khalifah, Abu Bakar sudah terkenal suka menolong. Setiap pagi, ia datang ke kampung tetangga. Di sana, ia memerah susu domba milik anak-anak yatim.

Anak-anak itu menunggu dengan gembira. Mereka tahu, setiap pagi akan ada susu segar untuk mereka. Abu Bakar melakukannya dengan senang hati, tanpa upah dan tanpa pamrih.

Pria dari belakang memerah susu domba di halaman rumah batu
Setiap pagi Abu Bakar memerah domba anak yatim.

Suatu hari, Abu Bakar dibaiat menjadi khalifah. Ia menjadi pemimpin seluruh kaum muslimin. Tugasnya menjadi sangat banyak. Ia harus mengurus negara, mengurus pasukan, dan mengurus rakyat.

Mendengar kabar itu, seorang gadis yatim bersedih. Ia berkata kepada teman-temannya, “Sekarang beliau adalah pemimpin besar. Tentu beliau tidak akan datang lagi memerah domba kita.”

Gadis kecil duduk termenung di depan gubuk batu
Gadis yatim itu takut Abu Bakar tidak datang lagi.

Kabar sedih itu sampai ke telinga Abu Bakar. Ia pun segera datang ke gubuk mereka. Ia mengetuk pintu dan berkata dengan tegas, “Demi Allah, aku akan tetap memerah domba kalian setiap pagi. Jabatanku tidak akan mengubah baktiku kepada kalian.”

Sejak hari itu, Abu Bakar tetap datang setiap pagi. Ia memerah domba seperti dulu, sebelum menjadi khalifah. Anak-anak yatim itu pun tersenyum lagi. Mereka belajar bahwa jabatan tidak boleh mengubah kebaikan seseorang.

Pria memerah susu domba lagi disambut anak-anak gembira
Janji ditepati, Abu Bakar tetap datang setiap pagi.

Kabar tentang janji Abu Bakar itu pun tersebar di kampung-kampung sekitar. Banyak orang kagum, karena pemimpin besar itu tetap datang setiap pagi dengan wadah susu di tangannya, sama seperti hari-hari sebelum ia menjadi khalifah.

Pesan untuk Kita

Jabatan tidak boleh mengubah kebaikan. Orang yang baik sebelum menjadi pemimpin harus tetap baik setelah menjadi pemimpin, dan janji kepada orang lemah harus ditepati.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: kalau menjadi ketua kelas atau petugas piket, tetaplah ramah dan suka menolong, jangan berubah menjadi sombong.
  • Di rumah: kalau sudah berjanji membantu adik atau orang tua, tepati janji itu walau sedang sibuk bermain atau belajar.
  • Di mana saja: kalau punya tugas baru yang besar, jangan tinggalkan kebaikan kecil yang biasa kita lakukan untuk orang lain.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari kitab Shifat al-Shafwah karya Ibnu al-Jauzi, Juz 1, halaman 97. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/12031?page=88

Lihat naskah Arabnya

وكان أبو بكر يحلي للحي أغنامهم فلما بويع قالت جارية من الحي الآن لا يحلب لنا منائح دارنا فسمعها فقال بلى لأحلبنها لكم