Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Ilmu yang Tidak Terlupa: Doa Abu Hurairah

Ilmu yang Tidak Terlupa: Doa Abu Hurairah
Bagikan Artikel

Suatu hari, tiga sahabat muda berkumpul di masjid. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk berdoa bersama. Suasananya tenang dan penuh harapan.

Lalu datanglah Nabi, dan beliau duduk mendampingi mereka. Beliau meminta mereka melanjutkan doa masing-masing, satu per satu. Mereka pun berdoa dengan khusyuk.

Tiga pemuda dari belakang berdoa di masjid
Tiga sahabat muda berkumpul di masjid untuk berdoa bersama.

Sahabat pertama berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Nabi mengaminkan doanya. Sahabat kedua pun berdoa memohon kebaikan yang sama. Nabi mengaminkan doanya juga.

Tibalah giliran Abu Hurairah. Ia berdoa dengan suara yang sungguh-sungguh, “Ya Allah, aku memohon segala kebaikan yang dipinta kedua kawanku, dan aku memohon tambahan kepadamu: ilmu yang tidak pernah terlupa.”

Halaman masjid yang tenang dengan tikar dan kitab
Doa Abu Hurairah diaminkan: ilmu yang tidak pernah terlupa.

Nabi tersenyum dan mengucapkan, “Aamiin.” Doa Abu Hurairah diaminkan. Dua kawannya pun ingin memohon doa yang sama. Mereka berkata, “Kami pun memohon ilmu yang tidak terlupa.”

Tapi Nabi menjawab dengan lembut bahwa Abu Hurairah telah lebih dahulu memintanya. Doa itu sudah menjadi miliknya, karena ia memintanya lebih dulu dengan sungguh-sungguh.

Para sahabat itu saling memandang dan tersenyum. Mereka belajar bahwa doa yang dipanjatkan lebih dulu dengan sungguh-sungguh tidak bisa direbut, dan setiap orang punya jalannya sendiri dalam berdoa.

Kelak, Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat yang paling banyak menyampaikan hadits. Ia mengingat banyak sekali hadits dan menyampaikannya kepada orang-orang sesudahnya. Doanya yang sederhana itu dikabulkan, dan ilmunya menjadi manfaat bagi banyak orang.

Pemuda dari belakang berjalan membawa kitab di gang desa
Ilmu yang diingat menjadi manfaat bagi banyak orang.

Pesan untuk Kita

Berdoa itu bukan sekadar meminta. Mintalah dengan jelas, dengan sungguh-sungguh, dan dengan keyakinan. Doa yang baik untuk ilmu akan kembali sebagai manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Yuk, coba di sekolah dan di rumah

  • Di sekolah: sebelum belajar, berdoalah dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang dipelajari mudah diingat dan bermanfaat.
  • Di rumah: biasakan mengulang pelajaran dengan suara pelan setiap malam, agar hafalan tidak mudah hilang.
  • Di mana saja: kalau temanmu berdoa untuk kebaikan, aminkan dengan tulus dan ikut mendoakan kebaikan yang sama.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Kisah ini bersumber dari kitab Siyar A’lam an-Nubala karya al-Hafizh Syamsuddin adz-Dzahabi, Juz 2, halaman 600. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/10906?page=2580

Lihat naskah Arabnya

دَعَا أَبُو هُرَيْرَةَ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِثْلَ مَا سَأَلاَكَ، وَأَسْأَلُكَ عِلْمًا لاَ يُنْسَى. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ -ﷺ-: (آمِيْنَ) . فَقُلْنَا: وَنَحْنُ نَسْأَلُ اللهَ عِلْمًا لاَ يُنْسَى. فَقَالَ: (سَبَقَكُمَا بِهَا الدَّوْسِيُّ) .