Zaid bin Tsabit masih muda ketika Nabi memberinya tugas yang besar.
Nabi meminta Zaid mempelajari tulisan yang dipakai dalam surat-surat kepada kaum Yahudi. Itu tulisan yang sama sekali baru bagi Zaid. Huruf-hurufnya belum pernah ia lihat sebelumnya.

Zaid tidak mengeluh dan tidak menunda. Ia belajar dengan sungguh-sungguh setiap hari.
Belum sampai setengah bulan, ia sudah menguasainya. Lima belas hari saja.

Setelah itu, setiap Nabi menulis surat kepada mereka, Zaid yang menulisnya. Dan setiap surat balasan datang, Zaid yang membacakannya untuk Nabi.
Anak muda yang dipercaya tugas besar, karena ia mau belajar cepat dan sungguh-sungguh. Kepercayaan itu tidak datang tiba-tiba. Kepercayaan itu datang karena Zaid membuktikan dirinya bisa.

Pesan untuk Kita
Kepercayaan diberikan kepada orang yang mau belajar sungguh-sungguh. Tulisan atau bahasa baru apa pun bisa dikuasai kalau dilatih setiap hari, sedikit demi sedikit.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: pelajari lima kata baru setiap hari, dari bahasa Arab atau bahasa Inggris, lalu hafalkan artinya.
- Di rumah: berlatih menulis rapi setiap hari, walau hanya satu halaman buku tulis.
- Di mana saja: kalau diberi tugas baru yang terasa sulit, jangan langsung berkata tidak bisa. Coba dulu, minta diajari, lalu latih sampai bisa.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari al-Mu’tashar min al-Mukhtashar min Musykil al-Atsar karya Jamaluddin al-Malthi, Juz 2, halaman 305. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/11816?page=1155
Lihat naskah Arabnya
أمرني رسول الله ﷺ أن أتعلم كتاب يهود فما مر بي نصف شهر حتى تعلمت