Abdullah bin Abbas masih anak-anak. Ia sepupu Nabi, dan ia terkenal sangat suka belajar.
Suatu malam, Ibnu Abbas menginap di rumah bibinya, Maimunah. Nabi pun menginap di rumah itu malam itu.

Tengah malam, Nabi bangun. Beliau berwudu, lalu shalat malam dengan tenang. Ibnu Abbas tidak tidur lagi. Ia memperhatikan dengan sungguh-sungguh: bagaimana Nabi berwudu, bagaimana Nabi berdiri shalat.

Lalu Ibnu Abbas ikut shalat bersama Nabi. Ia belajar bukan dari buku, tapi dari memperhatikan langsung, lalu mencoba sendiri.
Sejak malam itu, ia makin rajin belajar. Kelak, ia menjadi salah satu sahabat yang paling dalam ilmunya, tempat orang-orang bertanya tentang Al-Quran.

Pesan untuk Kita
Rasa ingin tahu adalah awal ilmu. Anak yang memperhatikan dengan sungguh-sungguh, lalu mencoba sendiri, akan belajar jauh lebih cepat.
Yuk, coba di sekolah dan di rumah
- Di sekolah: saat guru menjelaskan, perhatikan sampai selesai dulu, baru bertanya. Jangan buru-buru menyela.
- Di rumah: saat melihat orang tua shalat atau mengaji, perhatikan baik-baik, lalu tiru dengan tertib.
- Di mana saja: kalau belum paham sesuatu, bertanya dengan sopan. Bertanya bukan tanda bodoh, tapi tanda mau pintar.
Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)
Kisah ini bersumber dari Tuhfat al-Asyraf karya Jamaluddin al-Mizzi, Juz 5, halaman 207. Verifikasi naskah di Turath.io: https://app.turath.io/book/11385?page=9138
Lihat naskah Arabnya
بت عند خالتي ميمونة، فقام النبي ﷺ فتوضأ