Langsung ke konten

Selamat datang di MI Almaarif 02 Singosari

0341-451542mia02sgs@gmail.com

Tetap Duduk Saat Gajah Lewat: Kisah Yahya bin Yahya

Tetap Duduk Saat Gajah Lewat: Kisah Yahya bin Yahya
Bagikan Artikel

Yahya bin Yahya datang dari negeri yang sangat jauh bernama Andalusia ke kota Madinah. Tujuannya hanya satu: belajar ilmu dan adab kepada Imam Malik, ulama besar Madinah.

Murid muda tampak dari belakang duduk tenang di majelis belajar, guru di depan, tanpa wajah detail
Yahya datang dari negeri jauh untuk belajar kepada Imam Malik.

Suatu hari, saat majelis sedang berjalan, seekor gajah besar lewat di depan pintu majelis. Pada zaman itu gajah adalah hewan yang sangat langka di tanah Arab. Semua murid berhamburan keluar karena penasaran ingin melihatnya. Kelas pun kosong.

Gajah besar lewat di depan pintu majelis, murid-murid berhamburan keluar melihatnya, tanpa wajah detail
Seekor gajah besar lewat di depan pintu majelis.

Kecuali satu orang. Yahya tetap duduk tenang di tempatnya sambil memegang bukunya.

Imam Malik kagum lalu bertanya: kenapa kamu tidak ikut keluar melihat gajah? Bukankah di negerimu tidak ada gajah?

Yahya menjawab dengan santun: aku datang jauh-jauh ke sini untuk memandangmu dan belajar ilmu serta adabmu, bukan untuk menonton gajah.

Karena jawaban itu, Imam Malik menjulukinya orang paling berakal dari Andalusia. Kelak Yahya menjadi ulama besar di negerinya.

Murid tetap duduk memegang buku di ruangan majelis yang sudah kosong, tanpa wajah detail
Hanya Yahya yang tetap duduk di tempatnya.

Pesan untuk Kita

Fokus artinya tahu tujuan kita datang, lalu tidak mudah teralihkan oleh hal ramai yang lewat di depan mata.

Yuk, Coba di Sekolah dan di Rumah!

  1. Saat guru sedang menerangkan, simpan mainan dan pandanglah guru baik-baik.
  2. Saat mengerjakan PR, jauhkan TV dan game sampai tugas selesai.
  3. Di rumah, kalau ada suara ramai di luar, selesaikan dulu tugasmu baru melihat keluar.

Sumber (Catatan untuk Guru dan Orang Tua)

Bagian ini bukan tugas baca anak. Rujukan: Syamsuddin adz-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala, Juz 10, hlm. 521. Verifikasi naskah di Turath.io

Ringkasan Naskah Asli Bahasa Arab (Untuk Verifikasi Ilmiah)

وَبَلَغَنَا: أَنَّ يَحْيَى بنَ يَحْيَى اللَّيْثِيَّ كَانَ عِنْدَ مَالِكِ بنِ أَنَسٍ، فَمَرَّ عَلَى بَابِ مَالِكٍ الفِيلُ، فَخَرَجَ كُلُّ مَنْ كَانَ فِي مَجْلِسِهِ لِرُؤْيَةِ الفِيلِ، سِوَى يَحْيَى بنِ يَحْيَى.