Singosari, 5 Februari 2026 – Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Digitalisasi Perangkat Pembelajaran sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Kegiatan ini mengusung tema penguatan Kurikulum Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang menekankan pembelajaran mendalam, bermakna, serta berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan karakter.
Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh bapak dan ibu guru dari MI Almaarif 02 Singosari dan MI Alquran Singosari. Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah sebagai bentuk penanaman nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap madrasah.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala MI Almaarif 02 Singosari, Muhammad Ihom, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kesiapan guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Beliau juga berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik antar guru madrasah.
Kegiatan pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kepala MI Alquran Singosari, Mukhlis Chusen Abdullah, S.Pd., agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi dunia pendidikan madrasah.
Memasuki sesi inti, pemaparan materi disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Dra. Diyah Suryaningsih, M.Pd. Beliau menjelaskan konsep Kurikulum Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta secara komprehensif, serta bagaimana keduanya dapat diintegrasikan ke dalam perangkat pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan kepedulian peserta didik.
Setelah pemaparan materi, bapak dan ibu guru diajak untuk mengikuti sesi praktik penyusunan perangkat pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pada sesi ini, peserta secara langsung mempraktikkan penggunaan teknologi AI untuk membantu merancang modul ajar, tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, hingga asesmen yang selaras dengan prinsip deep learning dan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan praktik berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan guru madrasah mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi digital dan AI ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antar madrasah dalam mewujudkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik di era digital.